Aug 6, 2009

Inspirasi untuk Meraih Rumah Idamanmu

Rumah idaman ??
Sebenarnya yang bagaimana sih rumah idaman itu??
Dulu, sebelum menikah, selalu menginginkan dan membayangkan hal yang terbaik yang harus saya raih dan saya dapatkan, punya kerjaan tetap, istri cantik, anak 2 laki dan perempuan, serta rumah yang bagus yang dikelilingi kebun dan taman….
Wahh… I think that’s all people dreaming !! kayak mirip sinetron [minus konflik keluarga he..he..he..]
Dan impian memiliki “rumah idaman” akhirnya –setelah menikah dan punya anak—tercapai juga, meskipun realitanya tidak seindah bayangan dulu waktu masih bujangan.
Rumah idaman bagi saya saat ini adalah…… ya rumah yang saya huni saat ini [he..he..he..bukankah itu tanda syukur ?]
Meskipun tidak dikelilingi taman seperti impian dulu, dan luas tanah hanya berukuran 102 m2 namun rumah ini menyimpan 100 ribu lebih cerita suka duka dalam proses pembelian tanah hingga pembangunannya, menguras energi, pikiran dan dompet tentunya :).

Pembangunan rumah
Proses pengurasan energi dan biaya [wih terlalu dramatisir ya?] dimulai saat pembangunan rumah, karena dulu belum kenal Propertykita.com salah satu situs properti online yang memberikan dan menyediakan informasi mengenai daftar rumah dijual dari berbagai wilayah di Indonesia, serta memberikan info segala hal mengenai rumah, yah saya mencoba mencari model rumah melalui media offline dan online..
Lewat internet saya cari bentuk rumah dan denah ruang yang bagus, tak kalah semangatnya lewat offline saya dan rombongan [istri dan 2 anak balita] dengan bersepeda motor sering kunjungi pameran perumahan yang ada di kota semarang dan minta brosur :( doang he..he.he..
Setelah kutak-katik bersama istri [saat itu masih tinggal dirumah orang tua, oh ya, makasih ya bapak dan ibuku tercinta yang saat itu [tahun 2003-2008] masih mau nampung saya meski 5 taun nikah dan punya 2 anak kecil, tapi masih boleh nebeng… bila ingat saat itu….., .. sungguh, bu – pak, insya allah suatu saat saya akan membalas sesuai kemampuan saya.] .. setelah kutak katik eh.. ternyata biaya pembangunan nggak nyukupin .. maksudnya duit yg ngendon di dompet nggak nyampe…alias kurang!!, yah terpaksa deh pake jurus bang Roma Irama [gali lobang tutup lobang alias ngutangg bank :) ]
Karena pake jurus bang roma, maka pembangunan rumah pun nggak semulus idaman para “pengantin baru” alias rumah nggak langsung siap pake. Yah emang pembangunan rumah tinggalku melalui proses 2 tahap, pembangunan awal tahap 1[seperti gambar disamping atas bos  ] dimana rumah bangunan masih dalam bentuk tembok plester.Kemudian setelah hampir 1 tahun, [nyelesaikan utang 1 tahun dulu] trus memulai proses pembangunan tahap ke 2 , tahap finishing/penyelesaian, tentunya setelah berhasil “menyekolahkan sertifikat tanah ke bank” alias meyakinkan bank dengan “melakukan pinjaman alias utang lagi”

Alhamdulillah, sekarang sudah bisa mandiri, makan mandi dirumah sendiri, meski nggak semegah bayangan waktu jadi pasangan muda dulu, setidaknya rumah ini adalah “rumahku, impianku” yang nyata, yang menyimpan 1001 cerita, menyimpan harapan bagi aku dan keluarga, tempat beribadah dan bersosialisasi dengan warga, bermasyarakat dan lebih mendekatkan diri pada allah yang maha kuasa.
Bagi rekan2 yang berkantong cepak dan bergaji pas-pasan seperti saya, saya cuman bisa ngasih masukan aja, bahwa kalo kita mau berusaha, berhemat dalam hal keuangan, meningkatkan ibadah dan tak lupa berdoa, insya allah, pasti Allah ngasih kita jalan untuk mendapatkan rumah, walaupun melalui jalan yang sangat terjal, berliku dan rumit sekalipun!!.
Semoga cerita ngalor ngidul saya diatas, bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi rekan2 semua untuk bisa meraih rumah idaman…So keep your faith.
Load disqus comments

76 komentar